Senin, 17 Desember 2012

si hati Orang Tua kita di sisa umurnya kelak (AYAH, BAPAK, ABAH, ABI, PAPAH)

Wahai anakku yang kusayangi..
Pada suatu saat..
Dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua..

cobalah berlaku sabar..
Dan cobalah mengerti aku..
jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan…..
jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri..

Bersabarlah..

Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu..
Tentang segala hal yang kau perlu tau,ketika kau masih kecil…

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali
Jangan menghentikanku!
Dengarlah aku!

Ketika kau kecil..
Kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang,..
Dari malam yang satu ke malam yang lain
Hingga kau tertidur..
Dan ayah lakukan itu untukmu..

Jika ayah enggan mandi,jangan memarahiku
Dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan
ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu,..
Menyuruhmu mandi dikala kecilmu..

Dengan melihat ketidaktahuan saya terhadap teknologi baru,..
Jangan menertawakan aku,..
Tapi berikan aku waktu untuk memahami..

Aku mengajarimu banyak hal…
Cara makan yang baik,..
Cara berpakaian yang baik,..
Berperilaku yang baik,..
Bagaimana menghadapi masalah kehidupan…

Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan,..
Beri aku waktu untuk mengingat..
Dan jika aku gagal melakukannya..
Jangan sombong dan memarahiku,..
Karena yang penting bagiku adalah..
aku dapat bersamamu dan berbicara denganmu…

Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku!
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar..

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku,..
Untuk bergerak seperti sebelumnya…
Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku,..
Mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu….

Dan suatu saat nanti,..
Ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…
Ketika aku ingin mati…
Jangan marah…
Karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti..

Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu..
Kita tidak benar-benar”hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”..

Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat,..
Aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu..
Dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan hidupmu kelak..

Kau tak usah merasa sedih,..
Tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisi dan usiaku yang sudah bertambah tua..

Kau harus ada didekatku,..
Mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu,..
Bagi kesuksesanmu,..
Seperti apa yang ku lakukan pada saat kau lahir…

Bantulah aku untuk berjalan,..
Bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran..

Satu hal yang membuatku harus berterima kasih padamu adalah..
Senyum dan kecintaanmu padaku

Aku mencintaimu anakku…

dulu dengan penuh semangat ketika ayah merengkuhmu dalam tangannya,
mengajari kita melakukan langkah-langkah pertama kita,
tapi nanti apakah kita bisa melakukan hal yg sama ketika kakinya tak lagi mampu menyangga tubuh kita bahkan tubuhnya sendiri untuk bergerak seperti sebelumnya!!!!???

luar biasa apa yg telah mereka (Orang Tua) lakukan terhadap kita, tapi hanya inilah yg diminta mereka pada anaknya, sebuah permintaan sederhana kepada kita para anak:

anakku,
“Tetaplah bersamaku saat ku tak mampu melangkah
Sampai bintang tak berkilau
Hingga kata tak bersajak
Inginku selalu kau ada disisiku
Temani hariku hingga ujung waktuku…” jadi lah kdai ini kak misal ndak nulis yang lain tulis lah basingi lahh ka, mksh sebelum ny ..

1 komentar:

Anonim mengatakan...

siiiipp....

sebuah nasihat yang baik

akan lebih baik lagi....kalo
ditulis sumbernya darimana... :-)