Di abad yang kian maju, pelajar Indonesia bukannya menunjukkan kualitasnya dalam kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif, tapi sebagian malah menunjukkan kemalasannya belajar.
Berdasarkan pengamatan dan penggalian informasi yang kami lakukan, sebagian pelajar menjadikan sekolah sekadar formalitas atau ajang ngeceng, cari gebetan, dan alasan lain.
Bila hal ini dibiarkan, kita bisa gagal menjadi bangsa yang mandiri karena kemalasan penerusnya. Amit-amit Dehh....
Banyak alasan yang membuat pelajar malas belajar. Ada yang datang dari lingkup sekolah, ada juga yang dari luar sekolah. Dari lingkup sekolah: misalnya karena gurunya killer alias galak. Ada juga yang bilang karena pelajarannya makin sulit, malas baca buku pelajaran yang makin tebal, atau bosan.
Pengaruh luar sekolah: seperti main game atau nongkrong di mal, angkringan, warnet, kafe, dan tempat gaul lain yang membuat pelajar Makin BODOH.
Ada pula faktor penyebab yang datang dari keluarga, misalnya ortu yang kurang harmonis, kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan, dan pikiran yang diisi rasa pesimistis.
Kepala Sekolah SMP NEGERI 1 KAUR SELATAN Haryanto, M.Pd mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pelajar malas belajar. Faktor internal berasal dari pribadi si anak dan faktor dari ortu. Selain itu ada juga faktor eksternal dari lingkungan, seperti teman sekolah, televisi, internet, telepon genggam (HP), dan game.
Dampak kemalasan ini, mengakibatkan penurunan prestasi siswa, yang juga merugikan ortu. Selain itu, hal ini juga bisa menurunkan citra sekolah.
Hal ini terjadi, antara lain,: karena kurangnya guru memberikan motivasi kepada siswa, ditambah sarana pembelajaran yang kurang memadai. Oleh karena itulah, diperlukan kerja sama antara guru, wali kelas, dan ortu untuk mencari akar permasalahannya.
4 komentar:
rajin, tekun dan ulet kunci sukses seorang pelajar...iya kan mas???
Hahahahha....
Asssyyeekkkk....
Bapak Pinter... hahahahha
Yap tepat banget, mudah-mudahan berjalan sukses
Amminnnn...
MAkasihhh
Posting Komentar